"NANAAA!!" siapa lagi kalau bukan junaedy atau yang akrab kita panggil juy.

lelaki manis yang kaget itu tersenyum lebar, kemudian melambaikan tangannya tak kalah heboh dengan dua lelaki di pintu utama gedung besar adiwijaya'.

"haloooo! juyy dan ini ... pasti dery yaa."

nana melambaikan tangan, dan ikut berjabat tangan dengan dery yang kayaknya nih kaga berenti terpesona, sampai si juy nyenggol bahunya.

"spesial nih na, si bapak ngizinin kita break sebentar buat nemenin lo nunggu beliau beres. biasalah proyek kuli kan butuh rapat konsultasi pimpinan juga yah," kekeh juy sambil melangkah masuk ke arah bagian lobby utama, "nana mau keliling atau ngopi asik di cafe?"

lelaki itu tampak berpikir, sebenernya isi kepalanya masih takjub dengan interior dari gedung ini. sedikit tidak percaya kalau lelaki yang mengejar cintanya ternyata kerja di perusahaan besar seperti ini.

"kita nongkrong aja mungkin ... sambil ceritain mark itu orangnya gimana sih. boleh kan?"

juy dan derry mengangguk semangat. "boleh banget lah, kita siap empat lima melakukan permintaan dari calon si bapak!"

dan setelahnya nana mengikuti langkah besar milik juy dan dery yang tampaknya saling bertukar pandang galak—gelut via tatapan— dengan terus menerus mengetik sesuatu di ponselnya. benar juga kata mark, kalau mereka ada aja kelakuan ajaibnya.

"nana mau tau beliau mulai dari mana nih?" buka juy setelah beres dengan pesanan masing-masing.