"iyaa udah ya damai ya? jadi cuma salah paham kan?" ujar deyon yang sudah ada di tengah-tengah keempat manusia tampan yang sebenarnya masih ingin melampiaskan kekesalannya, tangannya ia rentangkan agar membuat dua kubu itu menjauh.

takutnya malah jambak-jambakan. itu tangan cowo yang satu udah siap ngegaruk muka juy aja rasanya.

"mangkanya punya kuping tuh di korek, biar kalo mau nguping dengernya jelasss."

seru lelaki berkulit tan yang jelas membuat amarah juy kembali memuncak, "yeeee mulut lu emang ye kaga bisa dijaga amaaat."

"astagaaaaaaa. udah woy udah. malu sama umur hadeeh."

jay dan deyon bagian memisahkan keempat manusia yang bisa-bisanya salah paham ditengah suara musik jedag jedug ajeb ajeb yang menggelegar ini. yangyang mah santai, dia bagian tertawa dan mengabadikan momen ini.

asal mulanya sebenernya bukan perkara berat, hanya obrolan renja dan reyhan yang topiknya bawa-bawa mau ngetatar markadi. apakah markadi serius dengan sahabat yang paling disayangi mereka.

juy yang salah paham karena nguping setengah jadi, akhirnya emosi. kok ya bosnya yang baik hati mau diinterview sama manusia yang keberadaannya aja bukan siapa-siapanya markadi. derry pun ikut menyelam bersama juy. tau sendiri kan prinsipnya mereka? betul,

harta, tahta, mark.🛐

"lain kali gausah bawa jevano daah. bedaa jauh lah markadi masa disamain sama tu orang. yang bener ajeee." seru derry yang membuat deyon kembali menghela napas panjang-panjang.