"coba lo ngomong lagi, kayaknya kuping gue agak macet." juy memelankan laju mobil, sambil mengetuk-ngetuk jarinya sesuai irama.

mark yang sebenarnya masih agak keki menghela napas. "anterin gue ke toko bunga tadi dulu bodat. gak paham bahasa lo?"

"ngapain anjir? muter jauh pulangnya."

biasakan diri dengan mulut kotor juy karena emang gak ada yang bisa berentiin dia kecuali udah berpawang. dan saat ini belum, jadi masih liar anaknya.

"ya suka-suka lah? gue bos lo kalau lo lupa. mobil juga punya gue etdah tinggal otw aja kesana susah bangeet." mark menggerutu, sambil mengecek google maps di ponselnya. takut semakin jauh dari lokasi.

"iye iyeee, otw muter nih otw."

"cepet, sebelum jam delapan harus sampai ya juy." yang diajak ngobrol pun shock, balas menatap horror wajah bosnya dari kaca.

"gila lo ya gue mesti ngebut?! gue lagi bawa bapak negara anjeng," juy menggerutu tapi tidak melawan juga, "kalo ada jayden mati dah lu dicaci maki,"

"—berapa menit lagi ke jam delapan bos?"

"tiga puluh dua menit."