"selamat pagi pak,"
mark mengangguk, "selamat pagi jayden. sudah paham rute tujuan?"
"sudah kok pak. saya langsung saja ya. agar estimasi sampai kantor tidak lebih dari biasanya," mark mengangguk.
setidaknya ia tidak salah memilih sekretaris kali ini. banyak keributan terjadi karena ulah juy dan derry yang rasanya kepala akan meledak. namun kehadiran jay ditengah-tengah mereka adalah suatu keberuntungan.
"jam setengah delapan nih pak, saya rasa sampai kantor sih jam delapan lewat. maaf ya pak," sesal jay disaat keduanya telah sampai di depan toko bunga yang dituju.
"its okay jay, salah saya juga minta yang jauh. nanti akan saya kurangi yaa."
mark keluar dari mobil. waduh sebenernya dia masih mleyot karena chatting semalem. tapi dia selalu bisa jaga imagenya, jadi bukan perkara sulit lah.
"selamat pagi, selamat datang di supermarket flowers ada yang bisa di...—mark? beneran dateng?" dari ujung nana tersenyum.
waduh letoy banget deh gue kalo udah dikasih senyuman selamat pagi
"yep, good morning too nana."