"gak kaget sih, lu tau sendiri kan gimana strictnya tu dosen satu?"
aditya ngestu, tapi biasa dipanggil yangyang kini official menjadi kawanan berempat bersama nana, renja, dan reyhandu. engga banyak hal yang diperlukan agar bisa mendekatkan diri dengan nana, karena memang lelaki satu itu sangat easygoing.
"daritadi ngeliatin hp mulu ada apa?" tanya renja yang membuat dua kawan lainnya yang sedang asik menuangkan teh panas ikut menoleh.
mati deh gue
nana berdeham. "guys, kalau gue duluan gak apa-apa? sorry banget nih, jadi ninggalin kalian bertiga ... gue gak enak sebenernya, tapi kan udah janjian."
"lo lagi ada acara lain kah?"
"iya du ... maaf ya guys? gue duluan nih. udah jam empat soalnya. gak enak kalo telat."
renja menepuk pundak lelaki yang tengah sibuk merapikan pakaiannya. "ya gapapa lah, lo ke tujuan naik apa? ada yang anter gak? atau mau minta tolong dianter tuh sama dudu tadi dia bawa motor."
"gausaah. ada kok gue kesana-nya. sama traktirannya gabisa banyak-banyaak nih, maaf nih hehe. see yaa," nana melambaikan tangannya bergegas meninggalkan tkp, yang lain memberi jempol dan juga ucapan terimakasih yang semakin lama menghilang dari pendengarannya.
nana melangkahkan kakinya ke luar restoran. dan langsung saja matanya menangkap sosok yang dikenal sedang bersandar di samping mobilnya, jujur, keduanya merupakan kombinasi sempurna untuk menarik perhatian orang lalu lalang memperhatikan keberadaannya.